Create your Wordpress Blog with 500+ Plugins and 500+ Themes at freeblog.biz
browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Memilih Apartemen Untuk Investasi

Posted by on July 16, 2020

 

Memilih Apartemen Untuk Investasi

Memilih Apartemen Untuk Investasi

Hal utama yang perlu diperhatikan ketika membeli unit apartemen adalah lokasi. Kenapa? Karena sebuah apartemen nantinya akan berdampak panjang untuk nilai investasi anda. Apabila apartemen memang diproyeksikan untuk bahan investasi, sebaiknya pilihlah lokasi apartemen yang premium strategis. Maksudnya, berada dekat dengan fasilitas umum, pusat bisnis, dan kawasan penting lainnya. Dengan demikian, ketika anda memilih apartemen akan dipastikan harga unit apartemen akan terus meningkat dari waktu ke waktu. Semakin berkembang dan strategis, maka harga jual apartemen akan semakin mahal. Namun lokasi saja belum cukup, paling penting adalah sertifikat untuk menjamin bangunan berdiri, ketika sebuah apartemen dibangun pastinya harus mempunyai ijin untuk membuka usaha. Dalam hal ini surat ijin apartemen bisa beraneka ragam, seperti HGBA, SIPA, dll. Oleh karena itu supaya tidak kecewa dan bisa memilih apartemen yang tepat untuk investasi menguntungkan di masa depan, sebaiknya sudah mengerti beberapa hal berikut ini.

  • 1. Menentukan Lokasi Apartemen

Sebelum berinvestasi, pastikan lokasi apartemen ada di mana? Seberapa dekat dengan calon penyewa. Lokasi bukan berarti tempat yang strategis, melainkan seberapa mudah untuk dijangkau oleh target market. Sebaiknya, kamu membidik apartemen yang dekat kawasan pendidikan, kawasan industri, dan juga kawasan niaga terpadu.

  • 2. Permintaan Pasar Sudah Ada

Saat membeli apartemen second, pastinya permintaan pasar sudah ada dan sudah terbentuk dengan jelas. Apalagi kalau apartemen ini sudah berdiri beberapa tahun. Alasannya mudah saja lantaran penyewa sudah ada. Apartemen yang berada di kawasan pendidikan memiliki pangsa pasar mahasiswa dan mahasiswi. Unit hunian vertikal yang ada di kawasan industri mempunyai target market para pekerja yang berkarier di sana. Begitu juga dengan apartemen yang berada di kawasan bisnis terpadu memiliki captive market para ekspatriat.

  • 3. Harga Sewa Sudah Diketahui

Berapa harga sewa apartemen di sebuah kawasan? Pertanyaan ini sudah dijawab kalau kamu investor pemula. Kamu harus bertanya kepada investor lain, agen properti, atau menghitungnya sendiri. Ribet banget kan? Jika kamu membeli apartemen second, kamu hanya perlu bertanya kepada pemilik lama, berapa harga sewa. Kamu bisa menyewakannya per hari, per minggu, per bulan, atau per tahun tergantung keinginan. Saat mencari calon penyewa, kamu sudah mengetahui berapa harga sewa unit hunian vertikal ini. Namun, ingat tidak semua unit apartemen bisa disewakan oleh pemiliknya langsung. Ada pengelola yang diberikan izin.

  • 4. Memanfaatkan Jasa Agen Properti

Hal yang paling mudah untuk mencari investasi properti yang akan disewakan adalah menggunakan jasa agen properti. Broker akan mencarikan unit hunian untuk klien. Setelah itu, agen properti juga yang akan mencarikan penyewa unit apartemen. Agen properti biasanya memiliki penguasaan wilayah yang baik mengenai properti dan calon penyewa. Kalau kamu membeli apartemen di Depok, Jawa Barat, agen properti sudah mengetahui target penyewa adalah mahasiswa dan mahasiswi.

  • 5. Memerhatikan Kondisi Apartemen

Ketika membeli apartemen second, pastikan memerhatikan kondisi apartemen dengan seksama dan teliti. Kamu membeli barang bekas yang sudah digunakan. Jadi kamu harus mengecek kondisi apartemen. Jika apartemen belum fully furnished, kamu bisa memperkirakan harga beli lantaran kamu harus merenovasi. Biaya untuk memesan perabot tentu harus diperhitungkan lantaran penyewa apartemen lebih memilih fully furnished.

  • 6. Membeli Unit Apartemen Melalui KPA

Platform Onlist pernah berbincang dengan sejumlah investor properti yang menyarankan untuk membeli properti melalui kredit. Membeli apartemen melalui skema KPA (Kredit Pemilikan Apartemen) bisa diambil kalau suku bunga rendah. Selain itu, investor harus bisa menghitung berapa banyak selisih antara biaya sewa dengan cicilan KPA. Kalau sewa bisa mencapai Rp5 juta, sementara cicilan hanya Rp5,5 juta atau Rp6 juta, investor bisa memilih KPA. Investor memang harus menutupi selisih kekurangannya namun jumlahnya tidak terlalu banyak, kecuali selisihnya lebih dari Rp1 juta.

  • 7. Mengenali Keinginan Konsumen

Setelah mengetahui target market dan captive market penyewa apartemen, investor harus mengenali keinginan konsumen. Jika calon penyewa adalah mahasiswa atau mahasiswi, mereka tidak mempermasalahkan tinggal di apartemen tipe studio. Begitu juga dengan karyawan atau karyawati yang masih lajang, mereka mencari apartemen tipe studio lantaran murah. Bagaimana dengan ekspatriat asal Jepang atau negara-negara Barat? Mereka memilih apartemen dengan kamar. Pilihannya investor harus memiliki unit apartemen 1 bedroom, 2 bedroom, atau malah 3 bedroom. Para pekerja asing lebih memilih unit apartemen dengan kamar karena tipe studio mirip kamar hotel.

  • 8. Mengecek Fasilitas

Para penyewa apartemen pastinya menginginkan kemudahan fasilitas saat memilih tinggal di sini. Mereka menginginkan kolam renang, pusat kebugaran, jogging track, children playground, parkir, dan lainnya yang menjadi fasilitas di dalam lingkungan apartemen. Tidak ketinggalan dengan fasilitas komersial seperti minimarket, cafe, restoran, salon, barbershop, dan lainnya. Ingat juga investor harus mengetahui status hak guna bangunan (HGB) yang dimiliki dan juga status unit apartemen.